Tuhan Maaf Kami Sedang Sibuk


Akhir pekan yang lalu saya menghadiri kajian rutin bulanan tentang tauhid yang diisi oleh salah satu guru saya. Pembahasan tauhid kali ini salah satunya adalah tentang memaknai kumandang adzan yang sering kita dengar 5 x sehari. Saya tercengang sekaligus malu dengan penjelasan beliau terkait hal ini. Bulu kuduk saya dibuat berdiri mendengar penjelasan beliau. Perasaan semakin gundah mendengarkan tiap-tiap kata yang guru saya ucapkan. Betapa tidak, ternyata saya sering melalaikan panggilan adzan yang sangat luar biasa itu. Kumandang adzan yang sering kita dengarkan terdiri dari serangkaian takbir, syahadat, seruan, dan ketauhidan. Namun kini saya bahas mengenai takbir yang senantiasa mengawali kumandang adzan tersebut.

Mengapa takbir terdengar diawal kumandang adzan?? Jawabanya adalah sebagai pengingat, bahwa sesungguhnya Allah swt Maha Besar. Takbir bukan hanya mengingatkan Allah Maha besar, tapi ini juga mengingatkan bahwa semua yang selain Allah swt adalah kecil. Takbir pun mengingatkan kita bahwa segala urusan yang sedang kita hadapi, baik besar ataupun kecil adalah sangat remeh dimata Allah swt. Takbir juga berperan sebagai peringatan, bahwa perniagaan, pekerjaan, rasa sakit, masalah yang kita hadapi jauh lebih kecil dihadapan Allah swt. DIA-lah sang Maha Besar, lantas kenapa selama ini kita mengabaikan kumandang adzan dengan tetap melanjutkan perniagaan, bukankah DIA yang membuat perniagaan kita menjadi untung?. DIA-lah sang Maha Besar, lantas kenapa selama ini kita mengabaikan kumandang adzan dengan mengutamakan pekerjaan, bukankah DIA yang memberikan rezeki melalui wasilah perusahaan tempat kita bekerja?. sungguh kita sangat lalai.

“Tidaklah seorang muslim didatangi shalat fardlu, lalu dia membaguskan wudlunya dan khusyu’nya dan shalatnya, melainkan itu menjadi penebus dosa-dosanya terdahulu, selama dia tidak melakukan dosa besar. Dan itu (berlaku) pada sepanjang zaman.” (HR. Muslim)


Tanpa sadar kita mengecilkan Allah swt dengan tidak bergegas menunaikan sholat ketika adzan berkumandang. Tanpa sadar kita mengecilkan Allah swt dengan tidak bergegas menuju masjid ketika takbir telah terdengar di telinga. Betapa bodohnya kita selama ini mengecilkan hal sedahsyat ini. Hal ini harusnya membuat kita sadar, bahwa melalaikan sholat sama saja mengecilkan Allah swt, seolah perniagaan lebih utama dari Allah, seolah pekerjaan dan rapat lebih penting dari Allah. Mari kita renungkan kembali makna ini kawan-kawan. Selanjutnya kita berdoa, memohon perlindungan-Nya dari kemalasan menunaikan sholat, dan juga dari paksaan perniagaan, paksaan pekerjaan yang membuat kita lalai dari menunaikan sholat.  

“Allahumma inni ‘auudzu bika minal hammi walhazani, wa ‘auudzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa ‘auudzu bika minal jubni wal bukhli, wa ‘auudzu bika min ghalabtid dayni wa qahrir rijaali” 

artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan, dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran dan aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain”

Salam,
Moch Fidrian
yang selalu PengenBerilmu

Follow Twitter saya @MochFidrian
Mau beli buku bermanfaat?? follow twitter @pengen_berilmu