Muhammad Al-Fatih1453


"Belajar dari Muhammad Al-Fatih 1453" mengapa tulisan ini diberi tajuk demikian?? karena Muhammad Al-Fatih adalah salah satu pemuda yang memiliki mimpi yang luar biasa dahsyat yaitu menaklukan kota Konstantinopel (sekarang istanbul) sebagai perwujudan dari bisyarah (kabar gembira) Rasulullah SAW.

Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel) (HR Ahmad).


Ketika mimpi itu mulai tertanam di dalam benaknya dari sejak kecil, Muhammad Al-Fatih sangat tekun dalam belajar dan berusaha mewujudkan hal tersebut. Beliau menguasai lebih dari 5 bahasa yang berbeda dalam waktu singkat, beliau juga sangat mahir berstrategi, dan yang paling penting beliau tidak pernah meninggalkan sholat tahajud (Allahuakbar). Inilah kehebatan perjuangan beliau dalam meraih apa yang diimpikanya. Hingga akhirnya beliau mampu memimpin pasukan yang ternyata juga tidak pernah ketinggalan sholat tahajud dalam hidupnya (subhanallah). Ternyata impian yang diwujudkan secara berjamaah mempermudah kita dalam meraihnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
.

Genaplah bisyarah Rasulullah SAW ketika pada akhirnya Muhammad Al-Fatih beserta pasukanya berhasil menaklukan Konstantinopel. Pada usianya yang masih sangat muda yakni 21 tahun, Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukanya dengan bantuan tentara terbaiknya. Nahh sekarang pertanyaanya sebesar apa impian kita saat ini?? sejauh mana langkah yang kita ambil untuk meraihnya?? Sejatinya kunci penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih dan pasukannya bukanlah terletak pada kehebatan strategi perangnya, tapi semata karena ketawakal-lan total dan kedekatan pada Allah SWT.

Sebaik-baik pasukan dan sebaik-baik pemimpin lahir ketika bisa istiqomah dalam tahajud. Karena keistiqomahan butuh perjuangan yang dahsyat, dan akhirnya Allah SWT memancarkan semangat belajar pada jiwa-jiwa  tersebut, agar kelak bisa meraih apa yang diimpikanya. Muhammad Al-Fatih mengajarkan kepada kita bahwa bagi Allah tak ada yang tak mungkin. Segala kekuasaan-Nya memang tanpa batas. Maka ketika kita bersungguh mendekat pada-Nya. Apapun kebaikan dan impian yang ada dibenak akan mudah diraih. Muhammad Al-Fatih menjadi bukti, dalam usia yang sangat muda beliau mampu menaklukan Konstantinopel.


Allah SWT Berfirman :
Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

(QS Ghafir : 55)

Ketika dirasa kita sudah melakukan segala hal yang terbaik untuk meraih kedekatan dan keridhoan Allah SWT. Tugas selanjutnya adalah sabar dan istiqomah dalam taat, hingga Allah menggenapkan segala janji-Nya. Karena Allah pun telah sangat bersabar menanti taubat kita selama ini. Maka kita pun harus bersabar menanti impian kita dalam taat. Wallahualam.

Salam,
Moch Fidrian
yang selalu PengenBerilmu

Follow Twitter saya @MochFidrian
Mau kisah lengkap Muhammad Al-Fatih 1453??
Beli bukunya di @pengen_berilmu
PIN 7D2A342D sms/WA 0896.7080.2206